Agung Aries Budiman (Komikaze)
Ia pernah kuliah di UGM jurusan fisipol, namun tidak selesai. Dan melanjutkan ke Modern School of Design Yogyakarta untuk belajar design grafis selama satu tahun. Pernah bergabung di perusahaan kaos paling terkenal di Yogyakarta, Dagadu, sebagai perancang ilustrasi untuk kaos.
Pendapatnya tentang komik Indonesia adalah, menurutnya yang penting kita harus berkarya terus, dan melihat komik sebuah media yang bias mengekspresikan berbagai hal, dari mulai politik, hukum, dan sebagainya. Kita harus mengembangkan terus industri komik di Indonesia dengan baik agar bisa bersaing dengan komik lain yang sekarang ini merajai pasaran komik di tanah air. Menurutnya kita harus membuat komik yang bisa memenuhi selera pasar. Namun bukan berarti kita harus mencontek gaya gambar komik-komik lain yang lebih dulu ada di pasaran, seperti komik Jepang (manga), misalnya. Yang patut dicontoh dari komik-komik Jepang tersebut adalah semangatnya, bagaimana cara mereka memanage industri komik mereka, dari mulai tema, cerita, produksi, pemasaran sampai promosinya. Komik Jepang, misalnya dengan tema sepak bola, itu penjabarannya luar biasa, menjurus ke semua segment pembaca.
Namun, sampai saat ini, Agung belum pernah menawarkan komik karyanya ke penerbit. Ya, belum saja, begitu katanya ketika ditanya kenapa.
Komentarnya tentang PKAN IV, ajang dimana wawancara ini berlangsung, ia mengharapkan agar diperbanyak pesertanya agar lebih beragam dan inspiratif.
Kalau ke Yogya, bisa juga bertemu dengannya di alamat Gambiran UH 5/225, Yogyakarta
Komikografi:
- Haram Jadah ezine 1 s/d 4
- Buku Che for Beginner

0 Comments:
Post a Comment
<< Home